Melalui Command Line:

  • Masukkan DVD repo Ubuntu kedalam DVD rom, lanjutkan dengan perintah
     $ sudo apt-cdrom add
  • Tunggu sampai selesai scan pakages
  • Selanjutnya beri nama DVD repository nya apa, misalnya Ubuntu-Main-Restricted.
  • Setelah selesai, masukkan lagi DVD berikutnya dan ikuti perintah seperti tadi.

Melalui Synaptic:

  • Buka Synaptic melalui System > Administration > Synaptic Package Manager

  • Di Synaptic Package Manager, pilih Settings > Repositories kemudian Add Cdrom lalu masukkan DVD repository nya ke DVD-ROM dan tunggu sampai scaning CDROM selesai.

untuk menginstall program

Melalui Command Line:

 $ sudo apt-get install NamaAplikasi


Melalui Synaptic:

  • Buka Synaptic melalui System > Administration > Synaptic Package Manager

  • Di Synaptic Package Manager, pilih Search aplikasi yang mau diinstall lalu pilih aplikasi dengan memberi tanda cek (v) kemudian klik install dan klik ok setelah ubuntu memilih library2 yang dibutuhkan dan tunggu sampai proses instalasi selesai.




Chating via LAN (ejabberd)

Untuk melakukan chating via jaringan lokal kita dapat memanfaatkan protokol jabber. Salah satu yang paling direkomendasikan adalah ejabberd, karena berbagai kemudahan seperti seting memakai web based.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah menginstall ejabberd pada salah satu komputer yang akan berperan sebagai server protokol jabber. Instalasi pada komputer ubuntu dapat mengikuti howto pada link berikut sedangkan untuk komputer windows tingggal mengikuti setup yang ada.
setelah ejabberd terinstall kita dapat melakukan seting melalui web browser dengan url http://ip_server:5280/admin disini kita dapat melakukan seting access control dan menambah user.
Untuk Client kita dapat menggunakan berbagai messenger yang memanfaatkan protokol jabber, diantaranya adalah Gaim, Kopete, Gajim, dsb.
seting client yang perlu dilakukan adalah :
ganti protocol menggunakan Jabber
screen name adalah user yang telah dibuat sebelumnya di web admin
server adalah hostname ejabberd server
port 5222
Connect server adalah IP ejabberd server
setelah itu kita dapat melakukan chating dengan user yang telah teregistrasi di server ejabberd.

Selamat berchating!!

Linux Party part ii


Berawal dari acara Linux Party dalam rangka releasenya Ubuntu Feisty 7.04 di Semarang 3 bulan yang lalu, teptnya di Politeknik Negeri Semarang, Internet Club Universitas Stikubank Semarang kebagian untuk berkesempatan menjadi tuan rumah dalam kegiatan yang sama. Tapi konsep atau dasar Linux Party Parth II ini adalah metode memperkenalkan linux kepada masyarakat umum, yang ingin mengenal dan beajar Linux.Berawal dari diskusi pada pertemuan pertama, kebanyakan audiens yang datang ingin benar-benar lebih mengenal dan belajar sekaligus mendapat ruang untuk berbagi tentang ilmu Linux. Kebanyakan dari mereka bingung harus mulai dari mana, dan dengan siapa operatyng system open source ini dapat lebih dikenali sehingga dapat menjad alternatif lain memilih dan mengunakan os yang ada.Adapun rencana kegiatan ini secara detail :

Tema: Linux Itu Mudah
Waktu: Minggu, 29 July 2007, Pukul 09.00 - selesai
Tempat: Ruang Seminar Lt.2 Universitas Stikubank (UNISBANK), Jl. Trilomba Juang No.1 Semarang

-Gratisssss- dan -Untuk Umum-

Materi diskusi:
1. Migrasi ke Linux
2. Hacking/bobol password windows pake linux
3. Booting Lnux dengan Flashdisk (pendrive)
4. …?
materi di atas akan disampaikan oleh teman-teman dari team Litbang Internet Club.

Cerita Warnet Linux

Sedikit cerita nih,
Aku punya warnet (warnet patungan) di Semarang. Kita sempat kalang kabut ketika terjadi isu sweeping warnet pada sekitar awal tahun 2005, cukup susah bagi kita untuk memilih menggunakan windows legal mengingat kondisi keuangan kita. Akhirnya kita sepakat pada sekitar bulan Juni 2005 (kalo gak salah), kita migrasi ke linux. Dengan tanpa basis pengetahuan yang cukup tentang linux, kita nekat untuk migrasi ke linux. Satu tekad kita waktu itu adalah "Learning by doing". Bulan-bulan awal migrasi, kita mengalami masa yang paling sulit. Dari segi teknis kita belum mampu membuat linux yang cukup nyaman, bahkan bisa dibilang sangat kacau. Perlu diketahui bahwa waktu itu kita adalah yang pertama di Kota Semarang yang memakai linux di warnet. Jadi bisa dibayangkan bahwa waktu itu kita sama sekali tidak ada tempat untuk bertanya, jadi mau tidak mau kita harus belajar sendiri. Cukup lama juga kita belajar tentang linux, membuat linux menjadi lebih nyaman digunakan dan yang lebih penting melakukan edukasi kepada user.
Ditengah perjalanan ternyata muncul juga konflik internal antar pemilik modal. Mungkin karena melihat kondisi warnet yang belum juga segera pulih setelah memutuskan migrasi ke linux. Namun karena sebagian besar pemilik modal adalah anak muda yang masih mempunyai idealisme cukup tinggi, akhirnya kita tetap bertekad untuk tidak menyerah kembali memakai windows. Kita juga sempat melihat beberapa warnet (mungkin juga banyak) yang beralih ke linux namun tidak lama beralih ke windows kembali.
Berbagai macam distro juga sudah pernah kita pakai, mulai dari Red Hat 9, Fedora core, Xandros, Knoppix, Kanotix, ubuntu, dll. Selama memakai berbagai distro tersebut kita juga menilai keunggulan dan kelemahan masing-masing, terutama untuk digunakan di warnet. Waktu itu aku cukup senang dengan performa Ubuntu Hoary, sehingga cukup lama juga aku memakai distro ini di warnet. Tapi tidak jarang juga aku mencoba distro lain karena masih menginginkan yang lebih baik.
Awal tahun 2006 kita sudah mulai dapat melakukan recovery, sedikit demi sedikit kita mulai lagi memperoleh kepercayaan dari pengguna internet. Tanpa kita sadari ternyata segmen user kita juga mengalami sedikit perubahan. Platform linux yang kurang mendukung format multimedia kebanyakan (mp3, mpeg, dll) ternyata membawa pengaruh "positif". user warnet yang bertujuan berlama-lama di warnet untuk sekedar melihat video porno dengan sendirinya akan menyingkir, apalagi kebanyakan dari user jenis ini akan parno begitu melihat linux. Dampaknya kita lebih dikenal sebagai warnet yang bersih, selain bersih dari virus juga bersih dari konten negatif (meskipun masih ada juga). Salah satu hal yang aku suka dari pergeseran segmen user ini adalah semakin banyak aja kaum hawa yang datang ke warnetku. Umumnya mereka adalah pelajar SMA dan SMP, jadi kesannya makin cerah aja nih warnet.
Pertengahan tahun 2006, dirilis Ubuntu Dapper. Rasanya tidak sabar untuk segera mencoba rilis terbaru ini. Dan benar juga, ternyata rilis ubuntu Dapper ini membuat aku lebih mantap memakai Ubuntu sebagai basis OS yang aku pakai di warnetku. Mulai pertengahan tahun tersebut aku juga mulai menargetkan untuk tiap bulan dapat mengganti komputer klien dengan komputer baru, karena linux khususnya openoffice memerlukan memori yang cukup besar agar dapat berjalan lebih nyaman. Saat ini sudah hampir semua komputer merupakan komputer baru, dan target selanjutnya adalah mengganti monitor CRT dengan LCD.
Khusus untuk pengguna yang kebanyakan kaum hawa ini aku juga terkadang agak sedikit heran, karena kalo dari tampang warnet kami tidak ada yang mengesankan feminim bahkan karena dari owner, pengelola sampai operator tidak ada perempuannya kadang malah warnet terlihat semrawut.


Setelah sekitar 2 hari persiapan komputer yang akan digunakan untuk billing, akhirnya semua berjalan dengan baik. Kendala-kendala yang ada umumnya seputar pengenalan hardware khususnya printer canon pixma iP1600 yang memang belum disupport baik oleh linux (CUPS).

Langkah awal persiapan komputer billing adalah melakukan instalasi ubuntu linux. Ternyata dengan spek komputer yang cukup baik (P4, ram 1G), instalasi berjalan cukup cepat tidak sampai setengah jam. Ubuntu yang aku pake adalah Ubuntu versi 6.06 Dapper Drake, karena sampai saat ini aku sudah cukup nyaman dan familiar dengan Ubuntu versi tersebut.

Langkah kedua setelah instalasi adalah melakukan berbagai konfigurasi Ubuntu agar siap digunakan sebagai billing warnet. Konfigurasi dimulai dengan mengoprek printer canon pixma ip1600 agar dapat digunakan di Ubuntu. Alhamdulillah setelah cukup lama googling, akhirnya aku menemukan tutorial yang cukup bagus di https://help.ubuntu.com/community/HardwareSupportComponentsPrinters/CanonPrinters/CanonPixmaIP2200. kendala selanjutnya adalah mengusahakan printer dapat dicetak melalui jaringan. kendala ini dapat diatasi dengan memodifikasi file smb.conf dengan mengenable sharing printer. Untuk hardware lainnya seperti scanner canon lide, printer hp 3920 dapat berjalan dengan cukup baik di Ubuntu.
Konfigurasi berikutnya adalah instalasi billing. Instalasi billing ini cukup mudah, hanya terkadang bermasalah dengan koneksi ke database yang menggunakan mysql. tapi secara umum dapat berjalan dengan baik.

Langkah terakhir dari persiapan komputer billing adalah melakukan kustomisasi tampilan agar terlihat cantik dan mudah. Untuk kustomisasi ini aku melakukan mount semua komputer klien yang terdapat di jaringan melalui ssh agar dapat melakukan sharing file lebih mudah dari dan ke komputer billing. Aku juga menambahkan program gDesklets untuk membuat tampilan Ubuntu menjadi semakin cantik.

Jadilah tampilan komputer billing seperti gambar tersebut,

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda